Sistem Informasi Penelusuran Perkara
PENGADILAN NEGERI NUNUKAN
INFORMASI DETAIL PERKARA



Nomor Perkara Penuntut Umum Terdakwa Status Perkara
233/Pid.B/2025/PN Nnk 1.Miranda Damara, S.H.
2.HAJAR ASWAD, S.H.
3.LIFIA ANDRIASTUTI
AMBO GAU Bin MAMING Persidangan
Tanggal Pendaftaran Kamis, 14 Agu. 2025
Klasifikasi Perkara Penggelapan
Nomor Perkara 233/Pid.B/2025/PN Nnk
Tanggal Surat Pelimpahan Kamis, 14 Agu. 2025
Nomor Surat Pelimpahan B-05/O.4.16/Eoh.2/01/2025
Penuntut Umum
NoNama
1Miranda Damara, S.H.
2HAJAR ASWAD, S.H.
3LIFIA ANDRIASTUTI
Terdakwa
NoNamaPenahanan
1AMBO GAU Bin MAMING[Penahanan]
Penasihat Hukum Terdakwa
Anak Korban
Dakwaan

PRIMAIR :

--------- Bahwa Terdakwa AMBO GAU Bin MAMING, baik bertindak sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan, pada waktu yang tidak dapat ditentukan lagi dengan pasti, antara tahun 2024 sampai dengan tahun 2025, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu di tahun 2024 sampai tahun 2025, bertempat di Stok Gudang Poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda, tepatnya di Jalan Tanjung, RT. 02, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Nunukan yang berwenang mengadili dan memeriksa perkara ini, melakukan beberapa perbuatan yang masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dianggap suatu perbuatan berlanjut, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki suatu barang yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, yang dilakukan oleh orang yang penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu, yang dilakukan dengan cara sebagai berikut :---

  • Bahwa pada awalnya, Terdakwa AMBO GAU Bin MAMING diangkat sebagai pengangkat barang (belum menjadi karyawan) pada bulan Desember 2024 di Gudang Stok Poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk, yang beralamat di Jalan Tanjung, RT. 02, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan, Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara, yang selanjutnya pada tanggal 13 Februari 2025 Terdakwa diangkat sebagai karyawan PT. Otsindo Prima Jaya (Perusahaan Outsourcing) dan menjabat sebagai pengantar barang (helper)

 

pada Stok poin Gudang PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk yang berada di Nunukan berdasarkan Surat Tugas Nomor: 039.0077/ST/OPR-BPN/II/2021 tertanggal 13 Februari 2025, dengan periode penugasan sejak tanggal 14 Februari 2025 sampai dengan 31 Mei 2025.

  • Bahwa tugas dan tanggung jawab Terdakwa selaku Picker Packer atau sebagai Helper (pengantar barang), antara lain adalah melakukan pengambilan dan pengangkutan barang dari gudang, membubuhkan stempel pada nota sebagai bukti serah terima barang, serta memastikan bahwa seluruh barang yang dikirim telah diterima dan diturunkan dengan lengkap di toko tujuan.
  • Bahwa kemudian sekitar akhir tahun 2024, Terdakwa mulai bekerja menjadi helper atau pengantar barang dengan status pekerja harian lepas yang digaji harian dan belum di angkat menjadi karyawan tetap, karena hanya menerima penghasilan harian Terdakwa ditawari oleh Saksi JUMARDI untuk memperoleh dana tambahan di luar gaji yang harian yang diberikan oleh PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk cabang Samarinda dengan cara melakukan penjualan barang secara tidak sah. Setelah itu, Saksi JUMARDI memberikan uang hasil penjualannya tersebut kepada Terdakwa. Menyadari hal tersebut menguntungkan Terdakwa, maka timbul niat Terdakwa untuk turut serta melakukan perbuatan yang dilakukan Saksi JUMARDI tersebut yang mana dilakukan juga bersama-sama dengan karyawan lainnya yaitu Saksi AHMAD, beserta Saksi ABDUL yang mana Terdakwa setelah mendapat konfirmasi dari toko terdaftar untuk dapat dititipkan barang dalam nota tersebut melalui Saksi ABDUL THALIB. Selanjutnya, Terdakwa bersama-sama dengan Saksi JUMARDI mengambil barang-barang berupa mie instan atau tepung terigu dari gudang stock point PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk, lalu mengantarkan barang-barang tersebut ke toko-toko dan meminta pihak toko untuk menandatangani serta membubuhkan stempel pada nota yang telah dititpkan barang tersebut untuk menutupi nota toko sebelumnya yang belum dibayar. Setelah itu, Terdakwa menjual barang-barang tersebut ke toko-toko yang tidak termasuk dalam daftar mitra resmi PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk yang berada di wilayah Nunukan dan Sebatik.
  • Bahwa selanjutnya, untuk menutupi selisih barang yang telah dijualkannya dengan cara yang tidak sah tersebut, Terdakwa meminta Saksi ABDUL THALIB untuk memasukkan barang yang diambil oleh Terdakwa dari Gudang stok poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk dimasukkan ke dalam nota pembelian toko-toko sebagai barang tambahan yang merupakan mitra dari PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda, agar jumlah barang yang keluar atau masuk dari gudang PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda sesuai dengan yang tercatat dalam sistem aplikasi penjualan. Kemudian, untuk mengelabui Saksi HENDRA WINATA selaku supervisor dari PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda dan juga menghindari adanya temuan dari Tim Audit yang rutin melakukan pemeriksaan stok barang di gudang, Terdakwa menyusun strategi dengan mengubah susunan barang yang ada di Gudang stok poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk, yaitu dengan menyisipkan kardus kosong di tengah-tengah tumpukan kardus yang berisi mie instan dan tepung terigu tersebut, sehingga dari luar tidak terlihat adanya banyak dus yang kosong dan tidak menunjukkan kekurangan dus dari jumlah yang sebenarnya. Dengan cara tersebut, tim audit tidak curiga dan tidak mengetahui adanya ketidaksesuaian jumlah barang fisik yang di Gudang dengan jumlah stok yang ada pada sistem penjualan komputer.
  • Bahwa Terdakwa menjual secara tidak sah barang milik PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda sebagaimana cara yang telah diuraikan di atas, dilakukan secara terus-menerus hingga bulan April 2025, yang mana dalam setiap pengambilan, Terdakwa mengambil sebanyak 10 (sepuluh) hingga                                      20 (dua puluh) dus mie instan, kemudian dijualkan kepada toko-toko yang tidak terdaftar sebagai mitra resmi perusahaan yang ada di Sebatik dan Nunukan dengan harga yang lebih murah (selisih sekitar Rp5.000,00) dari harga normal, selanjutnya uang dari hasil penjualan tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadi dan bermain judi online, sehingga apabila diakumulasikan sejak tahun 2024 sampai bulan April 2025 Terdakwa mendapatkan keuntungan kurang lebih sekitar Rp 18.000.000,00 (delapan belas juta rupiah).
  • Bahwa kemudian, Saksi HENDRA WINATA selaku Supervisor melakukan pemeriksaan terhadap penjualan di stok Gudang poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda kemudian menemukan adanya nota- nota yang jatuh tempo dan harus dibayarkan, yang mana nota-nota tersebut adalah milik nota milik Toko Sinar Lamena, Toko Nadia Jaya dan Toko Citra Cilang, yang selanjutnya melakukan konfirmasi kepada ketiga toko yang bersangkutan dan meminta agar pembayaran dilakukan segera. Namun, saat dilakukan penagihan, Saksi HENDRA WINATA mendapatkan informasi dari Saksi ABDUL THALIB selaku salesman, bahwa terhadap nota ketiga toko tersebut tidak perlu dilakukan penagihan, dengan alasan bahwa barang-barang yang tercantum dalam nota tersebut tidak seluruhnya merupakan pesanan toko, melainkan sebagian merupakan barang titipan yang dimasukkan ke dalam nota oleh Terdakwa dan juga Saksi ABDUL THALIB. Atas informasi tersebut, pihak PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda melakukan audit di stok Gudang poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda yang berada di Nunukan.
  • Bahwa dari hasil temuan audit yang dilakukan tersebut, ditemukan ketidaksesuaian antara Nota Pesanan/Nota Surat Jalan yang dikeluarkan oleh PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda dengan barang yang

 

sebenarnya dipesan oleh toko-toko tersebut terlihat dari ketidakcocokan stok barang yang ada di Gudang dengan Stok yang ada di computer, dengan rincian sebagai berikut :

No.

Nama barang

Jumlah fisik barang

Jumlah Stok di Komputer

Jumlah yang kurang

1

2

3

4

5

01.

Mi Instan Ind. Goreng Special

2688 karton

8365 karton

5677 karton

02.

MI Instan ind rasa soto makassar

0 karton

1719 karton

1719 karton

03.

Mi Instan Indomie kaldu ayam 75 gram

2056 karton

2407 karton

350 karton

04.

Mi instant indomie Gr Ayam Geprek

795 karton

1021 karton

225 karton

05.

Mi instant indomie Gr Ayam Rendang

587 karton

674 karton

86 karton

06.

Terigu gatot kaca 1 kg

701 karton

775 karton

74 karton

07.

Mi instant indomie Goreng pedas

201 karton

256 karton

54 karton

08.

Mi instant indomie Soto mie

821 karton

854 karton

32 karton

09.

Mi instant ind. Goreng Spesial jumbo

135 karton

153 karton

18 karton

10.

Mi instant ind. Goreng Sambel rica-rica

124 karton

137 karton

12 karton

11.

Mi instant sar.Grg Ayam kecap dua

111 karton

121 karton

9 karton

12.

Mi instant sar.Grg Ayam pedas korea dua

58 karton

66 karton

7 karton

13.

Bumbu racik goreng tempe 200x20g

104 karton

144 karton

40 karton

14.

Mi instant ind soto banjar limo kuit

120 karton

125 karton

4 karton

15.

Mi instant pop mie pedas dower rasa ayam

20 karton

30 karton

9 karton

16.

Mi instant pop mie lapeer rasa baso

495 karton

500 karton

5 karton

17.

Mi instant pop mie lapeer rasa ayam

1196 karton

1200 karton

4 karton

18.

Mi instant pop mie lapeer rasa kari

396 karton

400 karton

4 karton

19.

Mi instant pop mie lapeer rasa soto ayam

146 karton

150 karton

4 karton

20.

Mi instant Sarimi gelas ayam bawang new

47 karton

50 karton

2 karton

21.

Bumbu racik sayur sop

0 karton

15 karton

15 karton

22.

Bumbu racik sayur lode

184 karton

198 karton

14 karton

23.

Mi instant sarimi goreng ras ayam kremes 2

223 karton

225 karton

2 karton

24.

Mi instant Sarimi gelas baso sapi new

43 karton

45 karton

1 karton

25.

Mi instant indomie goreng mie goreng aceh

158 karton

160 karton

1 karton

26.

Bumbu racik tumis new

0 karton

7 karton

7 karton

27.

Mi instant indomie goreng rendang jumbo

11 karton

12 karton

1 karton

28.

Mi instant pop mie lapeer goreng spesial

44 karton

45 karton

1 karton

29.

Bumbu racik ikan goreng 200x20g

93 karton

94 karton

1 karton

30.

Mi Instan Ind. New kari

3713 pcs

372 pcs

37 pcs

31.

Mi instan Sarimi gelas ayam pedas dowe

4511 pcs

467 pcs

8 pcs

32.

Mi instan gelas sarimi ras sosis

37 karton

37 karton, 2 pcs

2 pcs

 

  • Bahwa selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan ketidakcocokan antara jumlah barang secara fisik di gudang dengan stok yang tercatat dalam sistem komputer PT. INDOMARCO ADI PRIMA, dengan selisih nilai mencapai Rp 957.351.721,00 (sembilan ratus lima puluh tujuh juta tiga ratus lima puluh satu ribu tujuh ratus dua puluh satu rupiah), serta terdapat faktur fiktif atau faktur yang di-mark up senilai Rp 140.896.000,00 (seratus empat puluh juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu rupiah). Dengan demikian, total kerugian yang ditimbulkan tersebut mencapai Rp 1.098.241.721,00 (satu miliar sembilan puluh delapan juta dua ratus empat puluh satu ribu tujuh ratus dua puluh satu rupiah).

-    Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 374 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP.

SUBSIDIAIR :

--------- Bahwa Terdakwa AMBO GAU Bin MAMING, baik bertindak sendiri-sendiri maupun secara bersama-sama sebagai orang yang melakukan, menyuruh melakukan, atau turut serta melakukan, pada waktu yang tidak dapat ditentukan lagi dengan pasti, antara tahun 2024 sampai dengan tahun 2025, atau setidak-tidaknya pada suatu waktu tertentu di tahun 2024 sampai tahun 2025, bertempat di Stok Gudang Poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda , tepatnya di Jalan Tanjung, RT. 02, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan, Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara atau setidak-tidaknya pada tempat lain yang masih termasuk dalam wilayah hukum Pengadilan Negeri Nunukan yang berwenang mengadili dan memeriksa perkara ini, melakukan beberapa perbuatan yang masing-masing merupakan kejahatan atau pelanggaran yang mempunyai hubungan sedemikian rupa sehingga harus dianggap suatu perbuatan berlanjut, dengan sengaja dan melawan hukum memiliki suatu barang yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain tetapi dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan, yang dilakukan dengan cara sebagai berikut :-

  • Bahwa pada awalnya, Terdakwa AMBO GAU Bin MAMING diangkat sebagai pengangkat barang (belum menjadi karyawan) pada bulan Desember 2024 di Gudang Stok Poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk, yang beralamat

 

di Jalan Tanjung, RT. 02, Kelurahan Nunukan Barat, Kecamatan, Nunukan Selatan, Kabupaten Nunukan, Provinsi Kalimantan Utara.

  • Bahwa tugas dan tanggung jawab Terdakwa selaku Picker Packer atau sebagai Helper (pengantar barang), antara lain adalah melakukan pengambilan dan pengangkutan barang dari gudang, membubuhkan stempel pada nota sebagai bukti serah terima barang, serta memastikan bahwa seluruh barang yang dikirim telah diterima dan diturunkan dengan lengkap di toko tujuan.
  • Bahwa kemudian sekitar akhir tahun 2024, Terdakwa mulai bekerja menjadi helper atau pengantar barang dengan status pekerja harian lepas yang digaji harian dan belum di angkat menjadi karyawan tetap, karena hanya menerima penghasilan harian Terdakwa ditawari oleh Saksi JUMARDI untuk memperoleh dana tambahan di luar gaji yang harian yang diberikan oleh PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk cabang Samarinda dengan cara melakukan penjualan barang secara tidak sah. Setelah itu, Saksi JUMARDI memberikan uang hasil penjualannya tersebut kepada Terdakwa. Menyadari hal tersebut menguntungkan Terdakwa, maka timbul niat Terdakwa untuk turut serta melakukan perbuatan yang dilakukan Saksi JUMARDI tersebut yang mana dilakukan juga bersama-sama dengan karyawan lainnya yaitu Saksi AHMAD, beserta Saksi ABDUL yang mana Terdakwa setelah mendapat konfirmasi dari toko terdaftar untuk dapat dititipkan barang dalam nota tersebut melalui Saksi ABDUL THALIB. Selanjutnya, Terdakwa bersama-sama dengan Saksi JUMARDI mengambil barang-barang berupa mie instan atau tepung terigu dari gudang stock point PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk, lalu mengantarkan barang-barang tersebut ke toko-toko dan meminta pihak toko untuk menandatangani serta membubuhkan stempel pada nota yang telah dititpkan barang tersebut untuk menutupi nota toko sebelumnya yang belum dibayar. Setelah itu, Terdakwa menjual barang-barang tersebut ke toko-toko yang tidak termasuk dalam daftar mitra resmi PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk yang berada di wilayah Nunukan dan Sebatik.
  • Bahwa selanjutnya, untuk menutupi selisih barang yang telah dijualkannya dengan cara yang tidak sah tersebut, Terdakwa meminta Saksi ABDUL THALIB untuk memasukkan barang yang diambil oleh Terdakwa dari Gudang stok poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk dimasukkan ke dalam nota pembelian toko-toko sebagai barang tambahan yang merupakan mitra dari PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda, agar jumlah barang yang keluar atau masuk dari gudang PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda sesuai dengan yang tercatat dalam sistem aplikasi penjualan. Kemudian, untuk mengelabui Saksi HENDRA WINATA selaku supervisor dari PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda dan juga menghindari adanya temuan dari Tim Audit yang rutin melakukan pemeriksaan stok barang di gudang, Terdakwa menyusun strategi dengan mengubah susunan barang yang ada di Gudang stok poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk, yaitu dengan menyisipkan kardus kosong di tengah-tengah tumpukan kardus yang berisi mie instan dan tepung terigu tersebut, sehingga dari luar tidak terlihat adanya banyak dus yang kosong dan tidak menunjukkan kekurangan dus dari jumlah yang sebenarnya. Dengan cara tersebut, tim audit tidak curiga dan tidak mengetahui adanya ketidaksesuaian jumlah barang fisik yang di Gudang dengan jumlah stok yang ada pada sistem penjualan komputer.
  • Bahwa menjual secara tidak sah barang milik PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda

sebagaimana cara yang telah diuraikan di atas, dilakukan secara terus-menerus hingga bulan April 2025, yang mana dalam setiap pengambilan, Terdakwa mengambil sebanyak 10 (sepuluh) hingga 20 (dua puluh) dus mie instan, kemudian dijualkan kepada toko-toko yang tidak terdaftar sebagai mitra resmi perusahaan yang ada di Sebatik dan Nunukan dengan harga yang lebih murah (selisih sekitar Rp5.000,00) dari harga normal, selanjutnya uang dari hasil penjualan tersebut dipergunakan untuk keperluan pribadi dan bermain judi online, sehingga apabila diakumulasikan sejak tahun 2024 sampai bulan April 2025 Terdakwa mendapatkan keuntungan kurang lebih sekitar Rp 18.000.000,00 (delapan belas juta rupiah).

  • Bahwa kemudian, Saksi HENDRA WINATA selaku Supervisor melakukan pemeriksaan terhadap penjualan di stok Gudang poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda kemudian menemukan adanya nota- nota yang jatuh tempo dan harus dibayarkan, yang mana nota-nota tersebut adalah milik nota milik Toko Sinar Lamena, Toko Nadia Jaya dan Toko Citra Cilang, yang selanjutnya melakukan konfirmasi kepada ketiga toko yang bersangkutan dan meminta agar pembayaran dilakukan segera. Namun, saat dilakukan penagihan, Saksi HENDRA WINATA mendapatkan informasi dari Saksi ABDUL THALIB selaku salesman, bahwa terhadap nota ketiga toko tersebut tidak perlu dilakukan penagihan, dengan alasan bahwa barang-barang yang tercantum dalam nota tersebut tidak seluruhnya merupakan pesanan toko, melainkan sebagian merupakan barang titipan yang dimasukkan ke dalam nota oleh Terdakwa dan juga Saksi ABDUL THALIB. Atas informasi tersebut, pihak PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda melakukan audit di stok Gudang poin PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda yang berada di Nunukan.
  • Bahwa dari hasil temuan audit yang dilakukan tersebut, ditemukan ketidaksesuaian antara Nota Pesanan/Nota Surat Jalan yang dikeluarkan oleh PT. INDOMARCO ADI PRIMA Tbk Cabang Samarinda dengan barang yang

 

sebenarnya dipesan oleh toko-toko tersebut terlihat dari ketidakcocokan stok barang yang ada di Gudang dengan Stok yang ada di computer, dengan rincian sebagai berikut :

No.

Nama barang

Jumlah fisik barang

Jumlah Stok di Komputer

Jumlah yang kurang

1

2

3

4

5

01.

Mi Instan Ind. Goreng Special

2688 karton

8365 karton

5677 karton

02.

MI Instan ind rasa soto makassar

0 karton

1719 karton

1719 karton

03.

Mi Instan Indomie kaldu ayam 75 gram

2056 karton

2407 karton

350 karton

04.

Mi instant indomie Gr Ayam Geprek

795 karton

1021 karton

225 karton

05.

Mi instant indomie Gr Ayam Rendang

587 karton

674 karton

86 karton

06.

Terigu gatot kaca 1 kg

701 karton

775 karton

74 karton

07.

Mi instant indomie Goreng pedas

201 karton

256 karton

54 karton

08.

Mi instant indomie Soto mie

821 karton

854 karton

32 karton

09.

Mi instant ind. Goreng Spesial jumbo

135 karton

153 karton

18 karton

10.

Mi instant ind. Goreng Sambel rica-rica

124 karton

137 karton

12 karton

11.

Mi instant sar.Grg Ayam kecap dua

111 karton

121 karton

9 karton

12.

Mi instant sar.Grg Ayam pedas korea dua

58 karton

66 karton

7 karton

13.

Bumbu racik goreng tempe 200x20g

104 karton

144 karton

40 karton

14.

Mi instant ind soto banjar limo kuit

120 karton

125 karton

4 karton

15.

Mi instant pop mie pedas dower rasa ayam

20 karton

30 karton

9 karton

16.

Mi instant pop mie lapeer rasa baso

495 karton

500 karton

5 karton

17.

Mi instant pop mie lapeer rasa ayam

1196 karton

1200 karton

4 karton

18.

Mi instant pop mie lapeer rasa kari

396 karton

400 karton

4 karton

19.

Mi instant pop mie lapeer rasa soto ayam

146 karton

150 karton

4 karton

20.

Mi instant Sarimi gelas ayam bawang new

47 karton

50 karton

2 karton

21.

Bumbu racik sayur sop

0 karton

15 karton

15 karton

22.

Bumbu racik sayur lode

184 karton

198 karton

14 karton

23.

Mi instant sarimi goreng ras ayam kremes 2

223 karton

225 karton

2 karton

24.

Mi instant Sarimi gelas baso sapi new

43 karton

45 karton

1 karton

25.

Mi instant indomie goreng mie goreng aceh

158 karton

160 karton

1 karton

26.

Bumbu racik tumis new

0 karton

7 karton

7 karton

27.

Mi instant indomie goreng rendang jumbo

11 karton

12 karton

1 karton

28.

Mi instant pop mie lapeer goreng spesial

44 karton

45 karton

1 karton

29.

Bumbu racik ikan goreng 200x20g

93 karton

94 karton

1 karton

30.

Mi Instan Ind. New kari

3713 pcs

372 pcs

37 pcs

31.

Mi instan Sarimi gelas ayam pedas dowe

4511 pcs

467 pcs

8 pcs

32.

Mi instan gelas sarimi ras sosis

37 karton

37 karton, 2 pcs

2 pcs

  • Bahwa selanjutnya, berdasarkan hasil pemeriksaan ditemukan ketidakcocokan antara jumlah barang secara fisik di gudang dengan stok yang tercatat dalam sistem komputer PT. INDOMARCO ADI PRIMA, dengan selisih nilai mencapai Rp 957.351.721,00 (sembilan ratus lima puluh tujuh juta tiga ratus lima puluh satu ribu tujuh ratus dua puluh satu rupiah), serta terdapat faktur fiktif atau faktur yang di-mark up senilai Rp 140.896.000,00 (seratus empat puluh juta delapan ratus sembilan puluh enam ribu rupiah). Dengan demikian, total kerugian yang ditimbulkan tersebut mencapai Rp 1.098.241.721,00 (satu miliar sembilan puluh delapan juta dua ratus empat puluh satu ribu tujuh ratus dua puluh satu rupiah).

-------- Perbuatan Terdakwa sebagaimana diatur dan diancam Pidana dalam Pasal 372 KUHP Jo. Pasal 55 KUHP        

 

telah menyerahkan barang bukti berupa :

  • 1 (satu) unit HP Merk INFINIX warna biru muda;
Pihak Dipublikasikan Ya